Pakai Masker Guys, Biar Ngga Dicium Corona - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda di Harian Koridor

Jumat, 15 Mei 2020

Pakai Masker Guys, Biar Ngga Dicium Corona


Bandar Lampung, Harian Koridor.com-Kamu masih suka ketemu satu atau banyak orang, yang dengan percaya diri sama sekali tak peduli, tak melindungi diri sendiri dengan menutup mulut juga hidungnya pakai masker pelindung pernapasan nonmedis, di ruang publik?

Sebab ini bulan suci, baiknya tahan emosi, redam geregetanmu dengan beristighfar, doakan orang-orang itu cepat Allah SWT sadarkan ya? Bahwa corona masih disini, belum pergi.

Sejak 5 April 2020, Presiden Jokowi memandu gerak agar kita kian sadar sayangi diri dan keluarga, cegah diri tak tertular, tak ikut menularkan virus kahar abad ini. Melalui gelegar tagar #AyoPakaiMasker!

Gimana dengan kamu, pakai terus? Harus dong ya? Sudah pakai masker aja masih bisa tertular, apalagi tidak.

Orang sehat sekalipun, tetap bisa jadi carrier virus. Kita kenal kosakata baru, orang tanpa gejala alias OTG.

Sebab itu, kita mesti ekstra hati-hati, waspada, selain ekstra siaga. Meski ini bencana non alam kategorinya. Bak teriris sembilu gak sih, sudah level satu kita siaga, kesehatan diri terus dijaga, masih tertular juga. Jika seperti itu adanya, itu baru OMG. Oh my God.

Nah, soal woro-woro Ayo Pakai Masker ini, dengar apa kata artis multitalenta --host, penyanyi, penari, dan model-- asal Purwakarta, Jawa Barat, Nia Ranissa.

Anggota Duo Petromax, grup vokal populer dengan hits remix-dut Jamu Goyang, pasangan duet Iga Calia sejak diumumkan ke publik Februari 2017 ini, mengunggah foto bermasker ria mempesona, dengan caption jenaka.

"Jangan lupa cuci tangan ya guys, lagi ada virus yang membandel, yaitu virus corona. Jangan lupa maskernya biar ngga dicium corona," tulis Nia kocak, di beranda media sosialnya, kuarsa 23.26 WIB, Kamis 30 April 2020 lalu, diakses Kamis (14/5/2020) dini hari.

Artis geulis yang lima tahun silam viral gegara tren CliponYou di jejaring aplikasi mikroblogging Twitter, terbaru ikutan kepo menyapa fans-nya.

"Gimana puasanya? Masih lancar kan?Masih betahkan #dirumahaja? Kalau dibilang bosen ya bosen, tapi diambil hikmahnya aj, jadi lebih konsen ngejalanin puasanya kan? Jadi lebih dekat sama keluarga, meskipun isi dompet pun mulai jaga jarak," sapanya bergurau.

Menyudahi sapa Minggu (10/5/2020) pukul 21.01 WIB itu, "yang penting jangan kebanyakan #rebahan guys," kata alumnus grup tari Vinza Dancer, masa ia studi di SMAN 2 Purwakarta.

Sementara, artis cantik Sandy Rachel, punya jurus berbeda. Orbitan maestro fotografi Darwis Triadi di mula karirnya ini, mengaktualisasikan taji Ayo Pakai Masker dengan menjual masker yang hasilnya didonasikan di laman social-crowdfunding, kitabisa.com.

"Pada saat ini kita lagi alami COVID19. Ikutin anjuran pemerintah untuk #PakaiMaskerCekalCorona, gunakan masker kain untuk pribadi," cuitnya di Twitter, sehari usai Jokowi umumkan gerakan pakai masker di luar rumah atau ruang publik.

Pemilik akun @rachelasandy, alumnus Hospitality SMKN 3 Jakarta (2013) ini, berpromosi. "Aku punya loh dan aku mau jual hasil jualnya aku donasikan. Buying means donating," cuitnya lagi.

Presenter Falcon Pictures sejak Juni 2016 dan Business Development Manager Papillon Group per Juni 2019 hingga kini, mengapdet jala donasinya, hari pertama Ramadan, 24 April 2020.

"Donasi kloter pertama sudah dikirim via @kitabisacom, kalo masih ada yang mau sok gabung, sekalian bantu dengan cara beli masker produksi #UMKM kita. Buy mean helping. Pun pure donasi its okay juga," bintang FTV ini lagi plus emoji senyumnya.

Paras Rachel, yang Februari 2020 lalu terpilih jadi host reporter Liga Inggris Mola TV ini berbekas ayu pula rekam digitalnya pada unggahan Twitter perusahaan fintek Netzme Indonesia.

Dasar fotogenik, ia tampil cantik, berbalut masker modis nan unik. Rachel yang juga trainer yoga ini jadi special endorser Netzme, sepertinya.

Selain mereka, jutaan orang di dunia berkampanye senada, dengan jutaan ekspresi dan gaya. Pun di Lampung, gerakan itu luar biasa membahana.

Seperti yang Desi Yana Febiyolla (21), warga Kelurahan Pematang Wangi, Tanjung Senang, Bandarlampung ini lakukan. Relawan milenial Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung ini turut berseru Ayo Pakai Masker lewat jejaring media sosialnya.

"Gunakan masker untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Sebarkan informasi bermanfaat dan semangat optimisme. Kita dukung kebijakan pemerintah. Stay safe and healthy," pebisnis muda lensa kontak ini berpesan, 10 April 2020 lalu.

Mengikuti instruksi pemerintah dan jejak Ketua DPD PBL Lampung Ary Meizari Alfian MBA, sejumlah srikandi PBL Lampung melakukan hal senada.

Ketua Bidang Perempuan DPD PBL Lampung Caroline, diantaranya. Sosok jelita ini aktif galang kampanye serupa.

Demikian halnya jurnalis terkenal, MC profesional dan presenter handal, Novi Balga. Punggawa bidang media dan informasi DPD PBL Lampung ini laruti tradisi baru pascapandemi, pakai masker nonmedis kemana-mana.

Seturut, srikandi PBL lainnya, anggota bidang organisasi dan kaderisasi, Edyasari Oktiana. Juga, anggota bidang pengembangan usaha Niya Noordaniyana Abdis, serta wakil sekretaris III Endang Aprilia, notaris.

Sisi lain, seiring afirmasi dari Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan COVID-19, pada 8 April 2020, gerakan masker untuk semua menjadi strategi pertama dari empat strategi dasar penguatan kebijakan pembatasan jarak fisik (physical distancing) demi putus-rantai cegah penularan corona, berimbas mewabah pula jadi ladang bisnis.

Membersamai upaya menyadarkan publik pentingnya memakai masker nonmedis, ini sah-sah saja, selain jadi ladang pahala. Laba penjualan, banyak pula yang didonasikan lewat lembaga relawan kemanusiaan. Atau dibelikan sembako, bantu tetangga.

Ibu dua anak, Amalia Fitriani (37), warga Kelurahan Langkapura Baru, Langkapura, Bandarlampung misalnya.

Menyiasati kesulitan ekonomi imbas pandemi, pemilik gerai kuliner daring Dimsum Lia-Ha ini, juga nyambi jualan masker nonmedis, selain jual kudapan asal negeri K-pop itu. "Lumayan buat nambal belanja dapur," tutur dia, lewat telepon, Jum'at (15/5/2020).

Putrinya, Aisha Aulia Danastri Fitriani (6), juga ia dorong jadi juru kampanye (jurkam) dadakan, penyeru Ayo Pakai Masker. Sebut Amalia, putri keduanya itu termasuk bawel --sering setengah protes jika menemui ada orang yang dijumpainya tak memakai masker di luar rumah atau ruang terbuka.

Soal masker ini ada juga ditemui cerita jenaka. Misal, warga pengendara patuh protokol pakai masker di wajah namun tak taat asas, tak pakai helm pelindung kepala. Lupa, alasannya. Polantas pun ikut tertawa. Haha.

Dan, pemandangan terbaru, bagi yang masih membandel tak pakai masker, harus berhadapan dengan sanksi mirip zaman sekolah jika telat masuk kelas.

Disuruh push up, KTP ditahan, didenda bayar tunai, hingga dihukum menyapu jalan, mengecat trotoar, bersihkan WC umum, seperti diberlakukan sejumlah daerah penerap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mau?

Nggak kan? Mau, dicium corona, nggak juga kan? Nah dari itu mari kita disiplin. Salah satunya, ayo pakai masker jika kamu berkegiatan di luar rumah atau ruang publik. Tunjukkan ekspresimu 7/24 jam terus-menerus sayangi diri dan keluarga dengan kampanyekan gerakan semesta Ayo Pakai Masker.

Pakai maskermu, tunjukkan koleksi-koleksi masker kerenmu, tunjukkan pesonamu, disiplin bermasker. Ciayo!.(red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Anda di Harian Koridor

Pages