UBL Gelar Seminar Aglomerasi Kota Bandar Lampung Pasca Wabah Covid-19 - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda di Harian Koridor

Senin, 01 Juni 2020

UBL Gelar Seminar Aglomerasi Kota Bandar Lampung Pasca Wabah Covid-19


Bandar Lampung, Harian Koridor.com-Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi daerah di Indonesia dalam berbagai aspek, salah satunya yakni Provinsi Lampung pada masa depan aglomerasi. Melihat hal ini, Universitas Bandar Lampung (UBL) melalui Pusat Studi Kota & Daerah (Center for Urban & Regional Studies) UBL menggelar seminar online terkait pembahasan “Masa Depan Aglomerasi Kota Bandar Lampung Pasca Wabah Covid-19 : Rethinking,” Senin (01/06/2020). Seminar ini menghadirkan narasumber Ir. Fahrizal Darminto, MA selaku Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Ir. Anshori Djausal selaku Konseptor Kota Baru Bandar Lampung, dan Suparwoko, MURP., PhD. IAL., selaku dosen dan Praktisi Perencanaan Kota Universitas Islam Indonesia (UII).

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S Barusman, MBA., yang membuka seminar ini menyampaikan sering sekali melihat tampilan budaya masyarakat itu terlihat dari bagaimana tampilan kotanya. Tampilan perkotaan itu mencerminkan dari budaya masyarakat tersebut, oleh karena itu ini penting sekali didiskusikan untuk menyadarkan individu-individu sebagai anak bangsa bahwa kitalah yang memiliki bangsa ini, maka kita juga yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa ini, termasuk dalam tatanan perkotaan kita. “Dengan kemampuan serta pengetahuan kita masing-masing, kita harus berkontribusi bagaimana membentuk kota ini sesuai dengan yang kita inginkan ke arah yang lebih baik. Jangan hanya kita lepaskan atau biarkan begitu saja di setel atau di set up oleh orang-orang tertentu,” ujar Yusuf.

“Apalagi mengingat ditengah pandemi Covid-19 yang tengah kita alami ini menuntut masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan dari rumah. Namun masalahnya tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama, contohnya pada pedagang-pedagang kecil di kota yang mana mereka harus di paksa masuk pada pola-pola perdagangan digitalisasi. Maka disini kita juga harus berbicara tentang infrastruktur dasar, seperti air, listrik, dan transportasi umum yang kita tahu di banyak kota didunia pemerintah wajib memenuhinya bahkan tidak membayar, sehingga mereka didorong untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu juga hak kualitas lingkungan hidup kota yang baik,” tambahnya.

Menanggapi hal ini Fahrizal Darminto selaku Sekda Provinsi Lampung mengungkapkan terkait Tujuan Negara Republik Indonesia yang tercantum dalam amanat Pembukaan UUD 1945 itu tercermin dan tergambar juga dalam bagaimana kita menata perkotaan. “Menata ruang perkotaan itu bertujuan untuk kesejahteraan umum dan keadilan sosial maka hal ini tidak dapat selesai jika hanya ditangani oleh pihak saja, tetapi semua bagian juga harus ikut berkontribusi,” ungkap Fahrizal.

Sementara Suparwoko sendiri membahas terkait potensi kota baru Bandar Lampung sebagai Kota Kementrian Pertanian yang merespon Covid-19. “Menurut saya, kota baru Bandar Lampung memiliki potensial untuk kota Kementrian Pertanian yang berbasis lumbung padi nasional dengan pendekatan hidup bersama corona, dengan catatan pencegahan yang sangat ketat sehingga masih masuk dalam kawasan zona hijau dengan protokol kesehatan yang ketat untuk menuju kota sehat kompak, dan smart,” pungkas Suparwoko.(red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Anda di Harian Koridor

Pages