Sebulan Menghilang, Remaja Lambar Akhirnya Kembali dengan Selamat - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda di Harian Koridor

Jumat, 17 Juli 2020

Sebulan Menghilang, Remaja Lambar Akhirnya Kembali dengan Selamat


Lambar, Harian Koridor.com-Setelah hampir satu bulan sejak menghilang pada 18 Juni lalu, akhirnya Eka Mas Wahyuni (18) kembali berkumpul dengan keluarganya di Pekon Sukarame, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat.

Eka dijemput oleh keluarganya saat berada di salah satu rumah warga di Sp.Bonglai, salah satu desa wilayah Kotabumi, Lampung Utara. Eka dijemput dan tiba di rumah pada pukul 01:00 WIB, Kamis, 17 Juli 2020.

Orang tua Eka, Helmidawati (38) dan suaminya Suroso (50) mengaku bersyukur karena anaknya sudah kembali di keluarga dengan kondisi selamat dan sehat, meskipun terlihat trauma.

Eka ditemukan setelah pihak keluarga berjuang siang dan malam mencari informasi tentang keberadaanya. Pihak keluarga mencari hingga ke Palembang dan Lampung Utara. Atas bantuan dari Babinsa, akhirnya pihak keluarga berhasil menemukan korban dan langsung menjemputnya untuk dibawa pulang.

Soal bersama siapa Eka pergi, kata Suroso, Eka dibawa secara paksa dibawah ancaman oleh kenalan barunya dengan cara berpindah-pindah hingga akhirnya diketahui tempat persembunyiannya. Kemudian ponsel dan sepeda motor yang digunakan Eka saat meninggalkan rumah juga telah dijual karena dipaksa oleh kenalan barunya itu.

Terkait penyelesaian permasalahan ini, lanjut dia, pihaknya masih akan melakukan rembuk keluarga. Apakah diselesaikan secara kekeluargaan atau diserahkan melalui jalur hukum, itu masih akan dimusyawarahkan kepada keluarga dulu.

Sementara itu, korban Eka Mas Wahyuni, mengaku saat meninggalkan rumah pada 18 Juni lalu awalnya ia berjanjian melalui telepon untuk bertemu dengan kenalan barunya yang mengaku bernama Aria Dinata. Namun setelah bertemu ternyata ia dipaksa untuk ikut. Saat itu ia dibawa pergi ke rumah temanya dengan cara berpindah-pindah. Beberapa hari di Kotabumi lalu pergi ke Muara Enim, Sumsel. Kemudian ke Kotabumi lagi.

“Saya mau pulang tapi tidak diperbolehkan dan apabila kemana-mana kenalan barunya itu selalu menggunakan golok. Jadi saya takut tidak bisa mau apa-apa,” kata Eka.

Ia mengaku setelah beberapa hari bertemu ternyata kenalan barunya itu menggunakan nama palsu. Dimana nama yang sebenarnya setelah diketahui yaitu bernama Topik.

Selain menggunakan nama samaran, kata dia, kenalan barunya itu juga mengaku masih bujang. Setelah diketahui dari keluarganya, ternyata kenalan barunya itu sudah pernah beristri dengan status duda cerai. Kemudian juga merupakan mantan residivis. (LP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Anda di Harian Koridor

Pages