Masa Pandemi Ekspor Perikanan di Lampung Meningkat, Bustami Zainudin: Kita Tidak Boleh Menyerah - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Rabu, 20 Januari 2021

Masa Pandemi Ekspor Perikanan di Lampung Meningkat, Bustami Zainudin: Kita Tidak Boleh Menyerah


Lampung, Harian Koridor.com-Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin meminta peningkatan laju ekspor sektor perikanan di Provinsi Lampung terus dimaksimalkan. Ini sejalan dengan perkembangan yang cukup menggembirakan ekspor tahun 2020 dibandingkan 2019.  



Kendati produksi perikanan di masa pandemi COVID-19 secara kuantitatif belum mengalami peningkatan produksi yang signifikan, tapi dari sisi ekspor mengalami peningkatan, yakni dari sebanyak Rp2 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,3 triliun pada 2020.


"Data yang saya terima sektor perikanan di Provinsi Lampung cukup menggembirakan. Dengan nilai Rp2,3 triliun pada  2020 ini sebuah angka yang baik. Ada kenaikan dibandingkan ekspor pada  2019 yang senilai Rp2 triliun," tuturnya, Selasa (19/1/2020).


Pada posisi ini, Bustami berharap budi daya ikan endemik lokal Provinsi Lampung ditingkatkan. Begitu juga dengan program pengembangan kawasan pertanian nasional, di mana Kabupaten Lampung Tengah sebagai pusat kawasan pembenihan, dan program Lampung sebagai lumbung ternak nasional. 


"Jika program ini diserap secara maksimal, tentu saja kesejahteraan petani dalam mewujudkan pengembangan pertanian nasional dalam mengatasi pandemi COVID-19 bertahap akan meningkat. Kita memang tidak boleh menyerah dengan kondisi saat ini," imbuh mantan Bupati Way Kanan itu. 

.

Di sisi lain, DPD RI juga mendorong Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota betul-betul memberikan edukasi kepada nelayan dan petani terhadap permasalahan yang ada. "Bagaimana benihnya, bagaimana pupuknya, apakah benar-benar tersedia, apakah teknologinya sudah diterapkan betul-betul," imbuhnya.  


Bustami juga mengapresiasi soal produksi komoditas pertanian Lampung yang mengalami tren pertumbuhan di tahun 2020, antara lain jagung meningkat dari 2,37 juta ton di tahun 2019 menjadi 2,47 juta ton pada bulan Oktober 2020 dan diperkirakan menjadi 2,57 juta ton pada akhir tahun ini dengan share secara nasional sebesar 9,2 persen.


Termasuk ubi kayu diperkirakan meningkat dari 4,92 juta ton menjadi 5,07 juta ton dengan capaian sampai Oktober 2020 mencapai 4,55 juta ton dengan share secara nasional sebesar 30,14 persen. 


"Saya akan terus berkomitmen mendorong ini di tingkat pusat, agar program yang dicanangkan dan apa yang dihasilkan benar-benar memuaskan bagi petani dan nelayan di Lampung," pungkas Bustami Zainudin.(rls) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages