Ini Kata Bupati Lambar Parosil Soal HPSN - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Minggu, 21 Februari 2021

Ini Kata Bupati Lambar Parosil Soal HPSN


Lambar, Harian koridor.com-Hari Peduli Sampah Nasianal (HPSN) dengan Tema"Peduli Sampah Dengan Gerakan Sedekah Sampah.Acara Peringatan kepedulian terhadap sampah nasional yang dihadiri oleh Assisten II Wasisno Sembiring, Anggota DPRD, Pol PP, Kabag Kesra, Camat Sumber Jaya, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua MUI Sumber Jaya, Lurah, Peratin, Satgas Tagana, Pramuka dan Mahasiswa KKN Universitas Lampung, Minggu(21/2 2021) di Lingkungan Kecamatan Sumber Jaya.


Kegiatan ini didukung dengan adanya Mobil Pacik (Penerangan Aspirasi Cerdas Informatik Keliling) dari Dinas Kominfo, Ambulance Hebat dari Dinas Kesehatan perwakilan Puskesmas Kecamatan Sumber Jaya dan Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.


 Dan Didukung pula dengan adanya pelayanan mobil pengumpul sampah dari beberapa perwakilan pekon/kelurahan yang ada di Kecamatan Sumber Jaya, diantaranya Pekon Suka Pura, Pekon Suka Jaya, Pekon Simpang Sari, Pekon Sindang Pagar dan Kelurahan Tugu Sari serta Masjid Nurul Huda Jadid.


Dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama terkait peduli sampah yang dilakukan oleh Camat Setempat, Danramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, UPT Damkar, Korwil Pendidikan, BPP Sumber Jaya, BBI Sumber Jaya, PLKB, PLTA Way Besai, Lurah Tugu Sari, Peratin Way Petai, Peratin Suka Pura, Peratin Simpang Sari, Peratin Suka Jaya, Peratin Sindang Pagar, PKK Kecamatan, PKK Pekon, Tokoh Masyarakat, Ketua MUI, Pramuka dan Tagana.


Bupati Lampung Barat Hi.Parosil Mabsus "mudah-mudahan dengan adanya gerakan sedekah sampah yang diinisiasi oleh camat sumber jaya dan seluruh aparatur pemerintahan dari tingkat kecamatan hingga Pekon serta tokoh masyarakat, akan menjadi salah satu motivasi bagi kita semua khususnya masyarakat di Kabupaten Lampung Barat. Agar kiranya untuk tidak membuang sampah sembarangan".


Kalaupun ada sampah, tolong disumbangkan dengan para pengelola sampah untuk dijadikan hal yang lebih bermanfaat. 

Keberadaan sampah itu menunjukkan suatu daerah itu maju, terlihat daerah

 itu konsumsinya tinggi, daerah itu membutuhkan banyak hal yang menimbulkan masalah yaitu terkait dengan sampah.


Gerakan sedekah sampah take line nya keren. Saya memberikan apresiasi khusus karena memang gerakan sampah setiap hari Jumat sudah dilakukan masyarakat kecamatan sumber jaya.


Selama ini yang kita pikirkan hanyalah tentang masalah sampah, bukan keberkahan sampah dengan adanya gerakan seperti ini paling tidak kita sudah tau bahwa ternyata sampah itu bukan hanya menjadi masalah tetapi menjadi sebuah keberkahan.


Bagaimana cara pengolahan sampah yang benar karena tidak ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan, tetapi memang harus ada sebuah pembinaan, pendampingan, pembelajaran dan juga pembagian peran.


Karena tidak mungkin semua ini akan selesai oleh seorang peratin, tanpa kita bicara hulu hingga hilir terkait tanggung jawab Peratin, camat dan kepala dinas juga  berbagi peran.  

Bicara sampah ada 3 keterkaitan, yaitu kabupaten konservasi, literasi dan tangguh bencana. 


Pada kesempatan itu, Parosil juga mengunjungi tempat pengelolaan sampah sembari meninjau dan melihat pengelolaan sampah tersebut.beliau juga mengapresiasi atas usaha yang dilakukan Toil Ansori, selaku pihak ketiga dalam pengelolaan sampah tersebut di Lingkungan Margawiwitan, Kelurahan Tugu Sari Kecamatan Sumber Jaya.


Dengan modal tidak sampai 100 juta,sudah bisa mendirikan usaha dan menciptakan lapangan kerja. Ernawati selaku camat Mewakili Masyarakat Sumber Jaya, mengucapkan terimakasih atas kehadiran bupati dan rombongan dalam acara tersebut. 


peduli sampah dengan gerakan sedekah sampah",  Bermula dari pemikiran bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat lingkungan terkait dengan peduli sampah hingga sampai tingkat yang lebih luas lagi.


Setiap Pekon mengumpulkan sampah yang berasal dari keluarga dan lingkungan, hal itu menjadi simbol kecil sebagai gerakan yang sudah dimulai dari tingkat pekon.


Hasil pengumpulan sampah itu akan dijual kepada pihak ketiga yang diawali dengan kerjasama, kemudian hasil pengelolaan sampah tersebut akan digunakan untuk keperluan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan.


Sedekah sampah ini merupakan slogan agar  ada dorongan masyarakat, kalau sampah menjadi berkah.


Harapan kedepannya dapat berkelanjutan, juga sudah mendapat dukungan Bupati dan komitmen bersama, dalam menjadikan kabupaten konservasi, literasi, dan tangguh bencana.(lia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages