"Jiwaku Penolong", Kapolres Tanggamus Salurkan Bantuan Kapolda Lampung Untuk Anak Penderita Kelainan Mata - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Selasa, 05 April 2022

"Jiwaku Penolong", Kapolres Tanggamus Salurkan Bantuan Kapolda Lampung Untuk Anak Penderita Kelainan Mata


Tanggamus,Harian Koridor.com-Kapolda Lampung Irjen. Pol. Drs. Hendro Sugiatno, M.M memberikan bantuan biaya pendidikan kepada Febri Kurniawan anak 7 tahun penderita kelainan mata di Dusun Rupit Pekon Negeri Agung Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus. 


Bantuan itu diserahkan oleh Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.I.K yang didampingi Kasi Humas Iptu M. Yusuf, S.H dan Wakapolsek Talang Padang Iptu Jumbadio di kediaman orang tua Febri, Senin (4/4/22) siang. 


Bukan hanya bantuan pendidikan yang disalurkan, sebab Febri yang mengalami gangguan fungsi mata sejak empat tahun lalu itu telah difasilitasi pengobatan maupun pemeriksaan ke Dokter Spesialis Mata di RS Mitra Husada Pringsewu maupun RS Permana Eye Centre Bandar Lampung oleh Polres Tanggamus pada beberapa hari lalu. 


Namun karena kondisi mata Febri yang sudah empat tahun tidak tertangani sehingga mata bocah tersebut sudah tidak berfungsi normal sesuai vonis para dokter yang memeriksanya. 


Kedatangan, rombongan diterima langsung Rano selaku ayah Febri dan ibunya juga didampingi aparat pekon, tampak Febri sangat sumringah setelah Kapolres memberikan baju polisi kepadanya. Lantaran saat ditanya Febri memang bercita-cinta menjadi anggota Polri. 


Kapolres AKBP Satya Widhy Widharyadi mengungkapkan, pihaknya menyambangi ananda Febri yang kemarin sudah dilakukan pemeriksaan spesialis mata baik di Pringsewu maupun di Bandar Lampung. 


Lalu, kedatangannya juga menyampaikan amanat dari Kapolda Lampung untuk memberikan bantuan yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga Febri. 


"Bantuan ini dari Bapak Kapolda langsung dan kami menyerahkannya kesini," kata AKBP Satya Widhy Widharyadi usai kegiatan. 


Menurut Kapolres, bahwa hasil pemeriksaan medis, fungsi penglihatan Febri sudah tidak dapat berfungsi, namun pihaknya tetap memberikan bantuan. Dan Kapolda juga menyampaikan, jika keluarga mau dilakukan tindakan medis terhadap Febri maka akan difasilitasi. 


"Jika keluarga bersedia melakukan tindakan medis atau operasi selanjutnya, maka dipersilahkan kepada bapak Rano untuk menghubungi Bhabinkamtibmas. Sehingga kami dapat memfasilitasi tindakan medis selanjutnya," tegasnya. 


Kapolres menambahkan, kegiatan tersebut merupakan amanat Bapak Kapolda Lampung yang selalu menekankan bahwa keberadaan kita sebagai anggota Polri harus bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. 


"Sikap keteladanan Bapak Kapolda ini sesuai dengan slogan beliau "Jiwaku Penolong" yang akan kami gelorakan terus untuk menebar kebaikan khususnya di Kabupaten Tanggamus," tandasnya. 


Sementara itu, Rano selaku ayah Febri menyampaikan ucapan terima kasih atas semua bantuan Kapolda Lampung dan Kapolres Tanggamus yang telah diterimanya baik berupa bantuan pendidikan maupun pemeriksaan medis untuk anaknya. 


"Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Kapolda Lampung melalui bapak Kapolres Tanggamus yang telah banyak membantu keluarga saya," kata Rano. 


Rano mengaku, tindakan oleh Polres Tanggamus membawa anaknya ke Rumah Sakit sebanyak dua kali dengan hasil pemeriksaan bahwa syaraf mata anaknya sudah mati sebelah. 


"Kalo mau di operasi, kemungkinan enggak bisa normal lagi," ujarnya. 


Atas bantuan Kapolda Lampung yang akan memfasilitasi anaknya untuk tindakan operasi, Rano akan berusaha menyiapkan mental guna pengobatan anaknya. 


"Insha Allah saya siap, harapannya anak saya dapat dapat normal kembali seperi anak-anak yang lainnya. Bisa melihat kembali dan normal kembali," tutupnya. 


Sebelumnya diberitakan, di usianya yang masih belia Febri Kurniawan (7) anak pertama dari pasangan Rano dan Nengsih menderita katarak sejak umur dua tahun. 


Febri bersama kedua orangtuanya  yang berdomisili di Dusun Rupit, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang tersebut tergolong keluarga yang tidak mampu. 


Febri dan keluarga kecilnya hidup menumpang dikediaman orangtuanya, berprofesi sebagai penjual sapu keliling dengan hasil yang tidak menentu. 


Atas penyakit anaknya,  Rano bingung, pasalnya usahanya berdagang sapu tersebut bahkan kurang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages