Forum Investasi Lampung Perkuat Kolaborasi Bersama Sinergi Promosi Investasi dan Perdagangan - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Sabtu, 18 Juni 2022

Forum Investasi Lampung Perkuat Kolaborasi Bersama Sinergi Promosi Investasi dan Perdagangan


Bandar Lampung, Harian Koridor.com-Untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi diantara anggota Forum Investasi Lampung (Foila), dilakukan rapat kerja tahunan, Jumat (17/6), di Bank Indonesia.


Foila beranggotakan Bappeda dan DPMPTSP seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung, diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung bersama dengan Bank indonesia sebagai pembina, bersepakat untuk mengakselerasi proses penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Provinsi Lampung, diantaranya yaitu kawasan terintegrasi Bakauheni dan kawasan industri Tanggamus.


Kepala Perwakilan Bank Indonesai Provinsi Lampung, Budiyono menginformasikan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih tinggi dan sustain sebagaimana ditargetkan dalam RPJMD, peningkatan kinerja investasi menjadi urgent untuk dilakukan.


“Investasi berupa penanaman modal yang meningkat akan berdampak positif pada peningkatan proses produksi yang kemudian berimbas pada peningkatan konsumsi rumah tangga selanjutnya. Pembangunan infrastruktur konektivitas yakni Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dapat menjadi momentum bagi Lampung untuk dapat mendorong peningkatan investasi sektor-sektor potensial,” kata dia.


Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Asisten II Perekonomian Kusnardi menjelaskan bahwa realisasi investasi Provinsi Lampung triwulan I 2022 (Januari-Maret) berdasarkan Laporan Kinerja Penanaman Modal (LKPM) yang dirilis oleh Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp 2,14 triliun atau 19,49% dari target BKPM RI untuk Provinsi Lampung.


Selanjutnya Kusnardi menginformasikan kontribusi paling besar ada di wilayah Kota Bandar Lampung yaitu sebesar 50,41%, terhadap realisasi investasi Provinsi Lampung pada triwulan I 2022 dan diikuti  oleh Kabupaten Lampung Tengah, Mesuji, Tulang Bawang dan Lampung Selatan.


“Sedangkan untuk tahun 2022, dari target investasi nasional sebesar Rp 1.200 triliun, Provinsi Lampung mendapatkan target sebesar Rp 11 Triliun. Sehingga untuk mencapai target tersebut, pemerintah pusat megharapkan agar pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dapat bersinergi guna mencapai target tersebut dan menyusun perencanaan dan langkah-langkah yang konkrit untuk mencapainya melalui penggalian potensi investasi, insentif penanaman modal, review terhadap hambatan regulasi penanaman modal dan perizinan serta mendorong program kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM di daerah,” pungkas dia.


Sementara itu Kepala Bappeda Provinsi Lampung menegaskan, pentingnya pengembangan beberapa kawasan industri di Provinsi Lampung, dan terkait model kawasan perindustrian ini perlu disusun karena apabila terwujud efeknya akan sangat besar bagi pencapaian PAD dan pertumbuhan ekonomi daerah.


“Saat ini ada 4 proyek yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN), salah satu diantaranya adalah kawasan terintegrasi Bakauheni. Kawasan terintegrasi Bakauheni ini bisa menjadi agenda utama dalam forum investasi mengingat pembangunannya sudah dimulai,” jelas dia.


Dalam sesi diskusi yang dipimpin oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Irfan Farulian, dipaparkan progress dari dua proyek tersebut, dan juga terdapat usulan program kerja 2022-2023 dari Bank Indonesia yang dipaparkan oleh Tri Setyoningsih, Ekonom Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung, yaitu pelaksanaan kegiatan promosi investasi, penyelenggaraan capacity building,  penyelenggaraan investment summit, serta kunjungan tim Foila ke lokasi proyek untuk memastikan kesiapan proyek investasi sebelum dipromosikan, dan penambahan anggota Foila.(*) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages