Desa Iklusi Keuangan Cinta Mulya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Warga Lamsel - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Rabu, 01 Desember 2021

Desa Iklusi Keuangan Cinta Mulya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Warga Lamsel


Lamsel, Harian Koridor.com-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama awak media mengunjungi Desa Inklusi Keuangan Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (30/11/2021).

Desa Cinta Mulya yang terpilih sebaga Pilot Project Program Smart Village Provinsi Lampung pada Juni 2021 lalu, telah memiliki berbagai lembaga keuangan yang memudahkan akses layanan keuangan kepada masyarakat desa.

Diantaranya Galeri Investasi Desa Nabung Saham yang memudahkan masyarakat desa dalam berinvestasi saham secara benar dan legal, serta Agen Laku Pandai yang merupakan layanan keuangan perbankan tanpa operasional kantor dan tanpa batasan jam operasional dengan konsep one stop financial services.

Kegiatan di Desa Cinta Mulya ini diikuti oleh Kades Cintamulya Dwi Haryani, Pimpinan PT BPD Lampung KC Kalianda Malatisno, Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Lampung Hendi Prayogi, Perwakilan Insan Media Provinsi Lampung, Perwakikan Laku Pandai PT BPD ( Bumdes Mulya Abadi), dan Investor Perwakilan BEI Lampung.

Sementara, para awak media dibagi menjadi dua kelompok, yaitu satu kelompok mengunjungi Desa Inklusi Cinta Mulya, dan kelompok kedua mengunjungi Desa Iklusi Keuangan Titiwangi. Rombongan media yang  berkunjungan ke Desa Cintamulya diterima langsung oleh Kades Cintamulya Dwi Haryani beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Dwi Haryani menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kepala OJK Provinsi Lampung Bapak Bambang Hermanto beserta rombongan awak media yang telah memberikan perhatian khusus kepada Desa Cintamulya.


“Mudah-mudahan kedepannya, Desa Cinta Mulya menjadi desa yang  mandiri dan sejahtera," katanya.



Menurut Dwi Haryani, Desa Cintamulya ini punya karateristik yang berbeda dibanding desa-desa lain di Kecamatan Candipuro, karena Desa Cinta  Mulya ini  bisa dikatakan Desa Pendidikan atau Desa Pesantren. Di Desa Cinta Mulya terdapat lima lembaga pondok pesantren dan lima pendidikan formal, setingkat SD, SMP, SMA maupun Aliyah.



Selanjutnya, Sekdes Cinta Mulya Muhammad Taba menjelaskan tentang potensi Desa Cintamulya. Menurut dia, hampir 70 persen warga Desa Cintamulya bekerja sebagai petani, dan sekitar 30 persen merupakan pelaku dan penggiat UMKM.



“Alhamdulillah, dengan adanya berbagai lembaga keuangan di Desa Cinta Mulya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin baik, terutama Agen Laku Pandai yang bisa membantu modal usaha UMKM melalui pinjaman KUR,” tutur Muhammad Taba.



Kemudahan dan prosesnya cepat yang cepat dalam mendapatkan bantuan modal melalui KUR menjadikan pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha dengan lebih baik. Apalagi, pengembalian yang dilakukan dengan cara mencicil sangat meringankan debitur.



Usai sambutan, para awak media diajak berkeliling mengunjungi beberapa lokasi debitur Bank Lampung, UMKM, dan Layanan Keuangan Agen Laku Pandai yang ada di Desa Cinta Mulya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto mengatakan, kunjungan ke Desa Inklusi Keuangan bersama para awak media dilakukan agar melihat langsung program-program dan kegiatan di Desa Inklusi Keuangan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat mulai dari tingkat desa.



Salah satunya,"ujar Bambang, dengan hadirnya layanan jasa keuangan Agen Laku Pandai di desa-desa memudahkan masyarakat melakukan transaksi keuangan perbankan, seperti transfer, pengajuan pembukaan rekening, pemberian kredit pembiayaan atau KUR, pembayaran tagihan online, pulsa telepon/kuota/listrik, dan pembayaran pajak kendaraan bermotor.



”Bahkan, Agen Laku Pandai ini lebih unggul dibandingkan dengan operasional kantor-kantor bank yang ada di kota-kota, karena pelayanan bisa dilakukan selama 24 jam selama agen laku pandai masih buka maka tetap dilayani,” ujar Bambang. 



Dia menegaskan, sesuai target OJK dan TPAKD setiap desa minimal memiliki satu Agen Laku Pandai. Saat ini, dari 2.435 desa di Provinsi Lampung, ada sekitar 100 desa yang belum memiliki Agen Laku Pandai karena kendala sinyal yang masih buruk. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan TPAKD untuk mencarikan solusi dan menghadirkan Agen Laku Pandai di 100 desa tersebut secepatnya.(red) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages