Ngobrol Santai Bersama Mantan Wasekjen DPP Golkar Bro Oktaviano: Wajib Setor Proyek Itu Ibarat 'Angin' - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Jumat, 24 Juni 2022

Ngobrol Santai Bersama Mantan Wasekjen DPP Golkar Bro Oktaviano: Wajib Setor Proyek Itu Ibarat 'Angin'


Bandar Lampung,Harian Koridor.com-Mantan Wasekjen DPP Golkar Bro Oktaviano tidak menampik, untuk mendapatkan proyek-proyek pemerintah ada keharusan  atau wajib setor. Bila tidak, jangan harap bisa mendapatkan proyek.


"Tetapi secara hukum wajib setor ini sulit dibuktikan. Ibarat 'angin' ada rasa tak berupa," katanya ketika ngobrol-ngobrol santai di kebunnya Bukit Tenteram, Batu Putu, Bandarlampung, Kamis (24/06) kemarin.


O'ok panggilan akrabnya, selain mantan Wasekjen DPP Golkar, adalah Kontraktor senior Lampung. Dia sudah malang melintang di dunia pembangunan infrastruktur khusus jalan dan jembatan.


Bahkan, bro Oktaviano pernah juga membuka sejumlah ruas jalan di Timor-Timur (sa'at masih bergabung di NKRI). Untuk tanah kelahirannya sendiri Prov. Lampung, sudah tak terhitung berapa panjang ruas jalan di daerah ini yg dibangunnya.


Termasuk untuk persiapan Lampung Barat menjadi sebuah Kabupaten baru di Lampung, Oktaviano banyak berkiprah. Ruas jalan lintas barat, mulai dari Kabupaten Tanggamus sampai Way Manula perbatasan Lampung Barat dan Bintuhan Bengkulu, juga tak terlepas dari tangan dinginnya sebagai kontraktor.


Sudah sejak beberapa tahun silam, setelah tidak lagi menjabat sebagai Wasekjen DPP Golkar, Oktaviano yg kini telah berusia sekitar 70 th itu, tetap tampak energik dan mulai menggeluti dunia property. "Prospek usaha dunia property masih cukup prospektif, " ujarnya.


Menurut dia, apapun usaha bila digeluti secara serius bisa berhasil. Termasuk usaha "magot" yg kini lagi ngetren. Magot, katanya, adalah ulat yg di produksi dari limbah organik rumah tangga/restoran. Ulat ini memiliki kandungan nilai gizi tinggi untuk pakan ternak, bahkan ekspor.


Kembali ke masalah 'wajib setor' untuk mendapatkan proyek pemerintah, kontraktor senior ini menambahkan secara hukum sulit dibuktikan. Karena case ini seperti angin ada rasa tak berupa. Terkecuali, jika di investigasi, pasti semua akan terkuak.


Wajib setor itu, seperti penyakit kronis yg sulit disembuhkan. Akibatnya, sangat berdampak pada kualitas pekerjaan yg hampir rata-rata rusak jauh sebelum mencapai usia teknisnya. Salah  satu contoh mudah saja, kata Oktaviano, untuk tambal sulam jalan Hotmix yg semestinya permeter persegi di isi AMP 65 kg, dimainkan menjadi hanya 40 -45 kg.


"Nah, dari contoh kecil ini saja kita bisa tau bagaimana kecurangan ini bisa terjadi. Belum lagi dari perekat hotmixnya," tambah Bro Oktaviano sambil menghisap rokok cerutunya.  Ngobrol santai di BUKIT TENTERAM bersama mantan Wasekjen DPP Golkar ini, dapat menjadi inpirasi bagi kita semua untuk menjadikan Provinsi  Lampung sebagai daerah bebas 'setor'.Semoga.(darwin). 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages