Dekranasda Kota Metro Dukung Produk UMKM dan Menggelar Rakor Internal - Harian Koridor

Breaking

Home Top Ad

DINKES

Post Top Ad

Rabu, 01 September 2021

Dekranasda Kota Metro Dukung Produk UMKM dan Menggelar Rakor Internal


Metro,Harian Koridor.com-Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Metro menggelar rapat koordinasi pengurus internal, di Sekam, Rabu, (01/09/2021). Rakor ini bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap UMKM demi peningkatan perekonomian di Kota Metro.


Dalam kesempatan itu, Ketua Dekranasda Kota Metro, dr.Silfia Naharani Wahdi,Sp.KKLp,M.M mengatakan, bahwa kegiatan sudah dijalankan walaupun masih ada terkendala beberapa hal, sehingga diharapkan dalam rapat ini dibuatkan pemecahan masalahnya.



Dari Ketua Harian Dekranasda Metro, Siti Aisyiah, mengatakan bahwa Dinas UMKM sudah melakukan banyak pelatihan. “Sudah banyak yang dilakukan oleh Dinas UMKM Kota Metro. Diantaranya pelatihan UMKM,” katanya.


Menurut Siti Aisyiah, UMKM sudah banyak terbantu dengan adanya kegiatan yang dipelopori oleh Dekranasda, terlebih lagi dibuatkan Sekam Metro.



Pada Divisi Daya Saing, Estelita mengatakan, ke depan akan didorong dijadikan Kampung Batik di Kota Metro. “Kita harapkan adanya Kampung Batik, yang kita rencanakan diciptakan di wilayah 29 di lingkungan Rumah Canting Batik 29,” katanya.


Divisi Humas dan Promosi, Farida menjelaskan bahwa ke depan dilakukan promosi baik dari dalam pemerintah Kota Metro sendiri maupun luar Kota Metro. “Untuk promosi, pemecahan masalahnya kita manfaatkan, ASN yang memiliki jumlah followers yang banyak, untuk promosi produk UMKM,” ujarnya.



Ari, selaku Tim Kreatif dan Konsultan mengatakan bahwa Kota Metro harus memiliki kerajinan yang memiliki ciri khas. “Ketika ia melihat batik lurik, ia akan ingat krisna dan ingat Klatennya. Untuk di Cirebon, ketika ia ingat batiknya motif awan mendung, maka ingat Cirebon, sebagai daerah dijuluki Mega Mendung. Sehingga diperlukan adanya batik di Kota Metro, adalah ciri khas Kota Metro,” katanya.


Menurutnya, untuk pengelolaan medsos kurang dalam engagement pengelolaannya. “Hanya kurang engagementnya saja. Setelah engagementnya terjadi bagaimana kita ciptakan dramanya. Semua aktivasi di media sosial ini semuanya sharing the drama. Untuk visual nya bila perlu sehari dibuat 2 sampai 3 video juga meme 2 sampai 3 meme se hari,” ujarnya.


Dalam akhir rapat, Silfia Naharani Wahdi, meminta seluruh anggota untuk serius menggarap UMKM yang ada di Kota Metro. Juga memikirkan sesuatu yang menjadi kekhasan Kota Metro sendiri. “Ini tentunya menjadi PR untuk kita semua dan harus dilakukan peningkatan dari promosi. Kita pikirkan apa kesulitannya, dan goalsnya. Dan goalsnya tentunya adalah kita tonjolkan sisi humanisnya,” ujarnya.(Husni)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages